Transparansi Keuangan Suami Istri

Sebuah tulisan menarik dari dari Bpk Freddy Pieloor, "Independent
Financial Planner & Book Author" mengenai keuangan keluarga

Apa yang sebenarnya terjadi dibelakang pertengkaran tentang keuangan,
bila suami mendapat gaji pas-pasan, dan tidak mencukupi membayar segala
biaya kebutuhan keluarga, lalu istri frustasi dan kecewa, sambil
mengurut dada dan berpikir bagaimana dia harus memutar otak untuk
mencukupkan gaji yang sedikit dengan kebutuhan keluarga yang begitu
banyak?

Pertengkaran terkait keuangan dalam sebuah keluarga begitu mendominasi,
dan menurut penulis buku & motivator ternama T.H. EKER menyatakan:

"Data Statistik menunjukkan bahwa sebab nomor satu keretakan rumah
tangga adalah Uang. Alasan terbesar di balik pertengkaran orang-orang
tentang Uang sebenarnya bukanlah uang itu sendiri, melainkan
ketidakcocokan cetak biru (blue print) keuangan mereka!"

Seperti yang tertulis dalam buku " Monogami lebih baik dari Poligami?"
saya menulis bahwa pertengkaran dan perceraian terjadi karena: "Konsep
dan pemahaman akan uang serta tanggung-jawab dari suami dan istri
sunggung berbeda", sehingga mereka harus duduk dan bicara, serta membuat
sebuah tatanan dan komitmen baru terkait keuangan mereka.

Saat ini banyak suami dan istri yang tidak bicara mengenai
bagaimanamereka merencanakan dan mengelola keuangan keluarga. Lebih
banyak yang merasa takut pasangannya tersinggung dan marah, kala bicara
masalah uang. Mereka segan dan merasa tabu bicara mengenai uang dan
bagaiman pengelolaannya.

Suami tidak mengungkapkan berapa gaji yang diperolehnya?
Suami takut menanyakan ke istri, gaji buat keperluan apa saja dan mana
perinciannya?
Istri takut menanyakan berapa gaji suami dan mana slip gajinya?
Istri takut minta lebih jatah biaya rumah tangga, dengan menunjukkan
perincian biaya kebutuhan keluarga setiap bulannya?

Setiap problem pasti ada akarnya, dan yang harus dibenahi adalah akarnya
dan bukan menyalahkan buahnya. Buah hanyalah akibat atau hasil dari
kerja akar. Jadi yang harus dibenahi adalah akarnya. Akar ini adalah
konsep dan prinsip keuangan suami dan istri.

Suami hanya berpikir bahwa kalau sudah kerja dan dapat gaji, berarti dia
sudah bertanggung jawab, walaupun gajinya sangat minim.

Istri berpikir suami harus memenuhi seluruh biaya keluarga berapapun
biayanya, tanpa harus berupaya mencari cara menekan biaya atau membantu
suami mencari tambahan rejeki.

Jangan menyalahkan siapapun akan kondisi ini, namun yang terpenting
adalah mencari solusi yang terbaik bagi kehidupan keuangan masa depan.
Suami dan istri harus sadar diri dan bekerja sama mengupayakan segala
cara, agar kebutuhan makan & pendidikan keluarga tercukupi.

Mungkin suami harus sekolah lagi agar memperoleh promosi, atau suami
harus cari pekerjaan lain atau tambahan, untuk memperoleh gaji lebih
besar.

Mungkin istri harus merencenakan dan mensiasati kebutuhan keluarga lebih
efisien dan ekonomis, atau membantu suami mencari tambahan rejeki.

Intinya:
Suami harus bergerak maju dan berkembang terus. Istri harus pandai dan
mendorong suami agar lebih sukses.

Apa pendapat Anda?

Semoga bermanfaat.

Poskan Komentar